SPMA Desak Pemerintah Subulussalam Segera Salurkan Bantuan Sembako Kepada Masyarakat

Subulussalam – Di tengah mewabahnya virus Corona di masyarakat, beberapa LSM dan Ormas turut prihatin dan memberikan masukan kepada pemerintah Kota Subulussalam dalam upaya penanganan serta pencegahan virus Covid 19, termasuk juga kebutuhan pokok masyarakat, salah satunya adalah dari Sekolah Pemimpinnya Muda Aceh (SPMA) Subulussalam.

Irsadi merupakan Kabid Sosial dan Kebencanaan SPMA Subulussalam, berharap agar pemerintah segera menyalurkan kebutuhan pokok kepada masyarakat, dalam sikon seperti ini tentu pemko punya akses untuk mencari dana itu, sebab adanya edaran pemerintah berupa himbauan agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah selama wabah virus Corona belum berhenti, pemerintah juga telah membatasi sejumlah akses jalan dan angkutan umum bahkan banyak warung dan toko kini telah tutup.

Memang Pemko sudah menyiapkan dana 2 miliar untuk pembagian sembako kepada masyarakat, namun itu kita harapkan jangan hanya sekedar wacana, ia juga menilai dana 2 miliar tersebut terlalu kecil mengingat jumlah penduduk Subulussalam lebih kurang 85 ribu jiwa, dan apakah pembagian sembako itu hanya sekali saja atau setiap minggu, tentu itu perlu di kalkulasikan oleh pemerintah.

Artinya kita menginginkan Pencegahan yang di lakukan harus seimbang dengan kebutuhan pokok masyarakat, bagaimana masyarakat harus di tuntut supaya tidak boleh keluar rumah atau di rumah saja sedangkan kebutuhan pokoknya sehari belum adanya bantuan dari pemerintahan setempat, hal itu disampaikannya melalui pesan rilis pada (Rabu 01 April 2020).

“Kalau seandainya kebutuhan tersebut terpenuhi, maka tidak ada alasan bagi masyarakat untuk keluar rumah mencari nafkah keluarganya”. Pungkasnya

Irsadi yang juga mahasiswa Kelautan dan Perikanan di Unsyiah itu, berharap dalam penanganan ini butuh kerjasama dan kebersamaan dalam satu koridor atau satu komando, banyak dari kalangan masyarakat, LSM, Pemuda, Ormas ingin membantu, ia berharap agar pemerintah melibatkan agar penanganan segera tertanggulangi.

Banyak informasi kami terima di bahwa penanganan di desa desa itu masih rendah, masyarakat masih belum tau apa itu Covid 19 dan bagaimana cara pencegahannya oleh sebab itu sumber yang ada harus di manfaatkan dalam mensosialisasikan tentang pencegahan Virus Covid 19 tersebut, apalagi penyakit ini sudah ditetapkan oleh WHO sebagai Pandemi atau penyakit global.

Oleh dari itu ia berharap kepada pemerintah untuk bijak dalam memahami situasi dan kondisi masyarakat, sembari melawan virus Corona tersebut bersama-sama, imbuhnya.(Nja/Beni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *