Nestapa Rakyat di Tengah Corona

Oleh: Jumratul Sakdiah

Aku tak tahu kemana hendak berkata.
Yang ku tahu suaraku dibungkam.
Jari-jemariku kaku menulis semuanya.
Undang-undang penangkapan selalu mengiang di telinga.

Ada apa dengan negeriku?
Ingin ku bahasakan semuanya.
Tetapi lisanku seolah kelu mengatakannya.
Aku tak bisa diam, mataku tidak buta, telingaku tidak tuli dan akalku masih sehat.

Setiap hari ku perhatikan, baik di media sosial atau langsung ku saksikan.
Nestapa rakyat tak kunjung meredam. Mereka berjuang untuk tetap hidup di tengah Corona.

Mereka dihimbau berdiam diri di rumah.
Tapi negara berlepas tangan dari tanggungan rumahan rakyat.
Apa yang terjadi?
Di tengah merebaknya virus corona.
Rakyat kembali terjun ke jalan, mengais sisa-sisa rupiah hanya untuk sekedar makan.

Ingin ku kisahkan satu persatu cerita dari jeritan rakyat jelata di tengah corona.
Tapi rasanya narasi ini tak mampu mewakilinya. Karena yang ku tahu ada jutaan rakyat miskin yang tak bisa kuceritakan kesedihannya.

Wahai Bapak!
Rakyatmu tidak semua orang kaya.
Punya persediaan sampai 5 tahun masih ada.
Sedikit kuceritakan. Mereka kerja harian pak.
Kalau gak kerja gak makan.

Pak! Meliriklah pada mereka yang tak punya. Jangankan makanan bergizi kadang mie instanpun mereka tak punya.
Kami butuh bapak sebagai kepala negara.

Kami tahu negara ini berhutang, tapi uang kami yang kemarin dimana pak!
Pajak yang kami bayar, minyak, tambang emas dan batu bara yang kami tinggal di atasnya, keuntungannya untuk siapa pak.

Kami hanya ingin mengeja sedikit dari kekayaan negeri ini.
Yang begitu melimpah, tapi kenapa kami tetap miskin.
Bahkan APD untuk sang pahlawan tim medispun sangat minim.

Tak kulihat di sini demokrasi beraksi. Padahal slogannya selalu disanjung puji.
Tapi semua minim bukti. Kurasa demokrasi telah mati.
Kesejahteraan hanya janji tanpa realita.
Kulihat hanya penguasa dan kapitalis saja yang kaya. Sementara rakyat jelata hanya bisa meronta.

Gayo Lues, 11 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *