Keluarga Cemara Fakultas Adab dan Humaniora

Biasanya ketika pagi menyapa banyak mahasiswa lalu lalang di jalan Darussalam yang menandakan aktivitas pada hari itu adalah menuju sarjana. Dengan banyak gaya mereka yang berdatangan dari seluruh daerah di Indonesia.

Saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, sebagaimana biasanya mahasiswa harus hadir ke ruang kelas dan bertatap muka dengan dosen pengajar di setiap mata kuliah yang diajarkan. Namun ketika pandemi Covid 19 yang datang tak diundang sehingga menjadi wabah Internasional dan melumpuhkan segala yang ada di dunia, ekonomi berjatuhan, pendidikan ditiadakan dan diganti dengan serba Online, pemerintahan juga ikut melaksanakan aturan yang dibuat sendiri dan kerja di rumah masing-masing.

Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga melakukan hal yang sama. Tidak seperti biasa ketiga pagi hari di pekarangan Fakultas Adab dan Humaniora ada seorang bapak nan gagah berwibaha memakai kacamata dan tirus pipinya akibat termakan usia. Dialah Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas kami. Dengan gayanya berpakaian formal kantoran, kebiasaan memakai kemeja putih dan menyisakan satu kancing paling atas untuk tidak dipasangkan.

Sudahlah, lupakan beliau dan mari kita masuki Fakultas kami yang kecil namun asik dijelajahi. Pintu masuk gedung A adalah pintu yang banyak dimasuki orang karena pintu itu merupakan teras dan halaman depan Fakultas. Ketika kita masuk dan melihat ada ruangan sebelah kanan yang bertuliskan diatasnya “Ruang Dekan Fakultas Adab dan Humaniora”. Ruangan beliau sangat sederhana dengan ada sekatan pemisah antara dua ruangan yang diisikan oleh seorang anak muda putih berbadan setengah gemuk dan pipi tembem, beliau adalah staf Dekan kami. Senyum beliau ramah bagaikan mentari menanti rupanya. Masuk pintu satu lagi dan masih diruang yang sama, ada Pak Dekan yang sedang duduk santai. Outfit beliaumungkin sederhana, saya yakin beliau mengidolakan Gubernur Aceh periode 1986-1993 yaitu Ibrahim Hasan. Ada quote beliau yang selalu dipaparkan oleh bapak Dekan kami “Ciri-ciri orang sukses adalah orang yang mampu membaca tanda-tanda zaman”. Sontak kami langsung semangat untuk menimba ilmu dan saling bersaing dalam hal melatih soft skils kami.

Sudahlah mari kita lupakan beliau dan keluar dari ruangan beliau, tidak jauh dari ruangan Dekan kita akan disuguhkan dengan adanya persimpangan, kiri, tengah, dan kanan. Jalan kanan dan kiri menuju ke arah yang sama dan dipisahkan oleh dua tangga. Yang menarik di kedua jalan tersebut adalah sepenjang jalan kenangan yang tidak terlalu jauh itu, kalian akan menjumpai ruangan para penggerak Fakultas Adab dan Humaniora, mereka adalah Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Wakil Dekan Bidang Keuangan, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan.

Di sepanjang lorong itu akan ada banyak orang hebat yang akan berdatangan. Seperti Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan yang kerap kami sapa buk Nur, senyum beliau ramah dan sangat suka pergi ke kampus memakai sepmor. Ada juga Ketua Prodi Bahasa Sastra Arab yang sering kami sapa dengan sapaan ustadz. Tak kalah menarik sering juga terlihat Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam, beliau adalah pak Sanusi.

Entahlah kapan pandemi ini usai, kapanpun itu usai kalbu kami tetap mengirim rindu, tak terkhusus pada satu orang yang tertuju. Kepada dosen yang memiliki karakter masing-masing, kepada para jajaran Akademik Fakultas, jajaran Tata Usaha Fakultas, jajaran tiga prodi yang kini menepat di Fakultas.

Kami rindu.

Penulis adalah Aflidar firya,Sekretaris Kabinet Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *