Pemerintah Aceh Harus Berani Lakukan Lockdown

Banda Aceh – Muhammad Zaldi mahasiswa Ilmu Politik UIN Ar-Raniry mengingatkan Pemerintah Aceh untuk berani melakukan lockdown, hal ini bukan tanpa alasan. Setelah jumlah pasien yang terinfeksi virus corono (civid-19) terus bertambah dibeberapa daerah di Indonesia.

“Sejauh ini saya menilai Pemerintah Aceh tidak memiliki design terkait solusi pencegahan virus corona (covid-19) di Aceh,” ungkap Zaldi.

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) kembali bertambah pada Sabtu (21/3). Kini telah ada 450 orang yang dinyatakan posirif terjangkit virus tersebut, 38 meninggal dunia dan 20 sembuh.

“Iya kita berharap pihak pemerintah tidak tutup mata dengan segala fakta yang terjadi saat ini,” terang mahasiswa Ilmu Politik ini.

Muhammad Zaldi juga menjelaskan, sesuai aturan hukum yang berlaku, Aceh merupakan daerah istimewa dan memiliki wewenang khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan perundang-undangan.

“Sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh Nomor 11 tahun 2006 pasal 1 ayat (2) menyatakan bahwa Aceh merupakan daerah istimewa dan memiliki wewenang khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan perundang-undangan. Harusnya pihak pemerintah paham akan kekhususan ini,” jelas Muhammad Zaldi.
Sejauh ini Pemerintah Aceh hanya mengeluarkan himbauan tanpa adanya langkah-langkah konkrit bagaimana penanganan terkait pencegahan untuk melindungi masyarakat Aceh.
“Tentunya saya dan pastinya kita semua berharap Pemerintah Aceh berani bersikap terkait pencengahan ini. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada masyarakat Aceh yang positif covid-19, tetapi alangkah indahnya jika pemerintah melakukan lockdown untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pinta Muhammad Zaldi (Nja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *